Sabtu, 04 April 2015

Adek "Nyeng"

Kerinci 10 Mei 2011
Aku mengadopsinya dari salah satu hutan di wilayah kerinci, ia terlihat lelah setelah tiga hari tiga malam ia berteriak - teriak minta tolong.
ia menggigil kedinginan karena kebasahan air hujan yang turun semalaman, aku tak mampu lagi melihatnya mempertaruhkan diri untuk menghadapi keras nya kehidupan.
Ku rawat Ia dengan penuh kasih, mungkin karena belum terbiasa dengan keberadaan ku ia pun meronta - ronta, namun pada akhirnya ia pun terdiam dan tertidur pulas dalam kardus yang aku siap kan.

11 Mei 2011
Betapa lucu dan menggemaskannya Ia....
sepertinya ia nyaman berada di dekat kami,
tapi samar - samar aku mendengar lagi tangisan - tangisan kecil dari arah yang sama dengan kemain, aku pun kembali memasuki hutan dan kucari sember suara itu berasal.
dan aku berhasil menemukannya, ia berada dalam tas plastik yang penuh dengan air dan berhasil membuat nya menggigil kedinginan.k
karena keterbatasan pengetahuan yang kami miliki, akhirnya kami memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.
Alhamdulillah....Dokter hewan yang satu ini orang nya cukup ramah dan penuh perhatian, apalagi baginya kami adalah satu - satunya orang yang peduli dengan kucing siam.
atas petunjuk dan sarannya akhirnya kami memberikan susu SGM ( untuk usia 0 sampai 6 bulan ) sebagai pengganti air susu Induk nya.
dan aku menamainya dengan sebutan Adek.

12 Mei 2011
Hari ini keduanya berebut menyerbu tangan ku, tanpa ku tahu pasti apa yang sedang terjadi, tapi nampaknya mereka senang melakukan nya.

15 Mei 2011

Adek meninggal dunia, mungkin ia sudah tak kuat menahan pedihnya hidup....
atau mungkin koreng yang menjamur ditubuhnya
akibat terlalu lama
terendam air dulu yang menyebabkannya mati...?
aku tak tau, dan kebetulan sekali aku tidak melihat jasadnya, karena ia sudah dikubur sebelum aku mengetahuinya.jadi aku merasa seperti tidak terjadi apa - apa.


16 Mei 2011
Semalam Kakak menangis dan berteriak terus menerus, mungkin karena ia merasa sendirian karena telah ditinggal pergi oleh sang Adek tercinta.

17 Mei 2011
Hari ini untuk pertama kalinya ia membuka matanya, nampak lucu dan Imut dengan bola mata berwarna biru.
dan aku merubah nama Kakak Menjadi Adek, karena aku lebih seneng dengan nama itu.
Adek kembali menerobos tangan ku, seakan - akan ia ingin menerobos dinding yang menghalanginya.


18 Mei 2011
Hari ini Adek jadi pendiam..., Ia  tak banyak bersuara apalagi bertingkah...
karena takut hal buruk terjadi padaya, akhirnya kubawa Ia menemui Dokter Ferry.
Sesampainya ditempat praktek dokter Ferry, ternyata Beliau tidak ada ditempat, terpaksa aku menunggu.
sambil menunggu kami terlibat pembicaraan dengan pasien lain nya.
mereka menyarankan untuk membuang kucing ku, karena itu hanya kucing biasa yang bisa di peroleah dimana - mana.
Gila....apakah sesadis itu pemikiran orang - orang disini...?
apakah mereka pernah berpikir jika  yang ia katakan itu adalah hewan peliharaan nya, apakah mereka mau melakukan seperti sarannya.
Untung dokter Ferry datang, sehingga aku segera punya alasan untuk menyudahi obrolan itu.
Sambil tersenyum dokter Ferry memeriksa Adek,
Dokter : " oh....gak papa kok...,cuma agak manja saja...ini salepnya di olesin di bagian yg koreng saja ya, nanti lama - kelamaan korengnya akan mengelupas sendiri...."
Oooo..., jadi itu to penyebabnya.

19 Mei 2011
Adek Kembali ceria seperti semula, ia pun mulai berani belajar untuk naik dan turun dari tempat tidur, awal nya ia terus terjatuh dan terjungkal setiap kali naik, aku pun mengajarinya selangkah demi selangkah.
kuangkat kaki depannya dan kunaik kan ke tempat tidur, lalu ku raih kedua kaki belakang nya kunaikkan juga ke tempat tidur, kulakukan berulang - ulang sampai ia benar - benar bisa melakukannya sendiri.

dan ia jadi keasyikan untuk naik dan turun dari tempat tidur....

20 Mei 2011
Hari ini Adek kembali ceria, tapi ia mulai suka mejeng di jendela, seakan ia sengaja untuk mencari kehangatan dari sinar mentari, dan aneh nya ia pun betah berlama - lama di bawah terik mentari.
terkadang ia pun sampai tertidur di jendela karena rasa hangat yang menyelimutinya.




0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates